Kamis, 29 Maret 2012

Tugas Ilmu Budaya Dasar (4)



Nama               :     Dana Kristiawan
NPM               :     11111703
Kelas               :     1KA27
Uraian              :     Tugas 4 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN KEINDAHAN

     Keindahan adalah sejatinya merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Manusia bisa menikmati keindahan karena mempunyai mata. Keindahan berarti suatu hal yang menarik, indah, dan elok jika dilihat. Sesuatu yang indah dapat berupa benda mati seperti alam, lukisan dan sebagainya, atau dapat pula berupa makhluk hidup seperti manusia, binatang, dan tanaman.
     Manusia secara naluriah suka dengan keindahan, sehingga manusia dalam kehidupannya cenderung menciptakan lingkungan yang indah. Tetapi untuk kepentingan kelangsungan hidup manusia itu sendiri, kadang tanpa mereka sadari, mereka rusak keindahan alam yang telah Tuhan berikan. Rupanya faktor ekonomilah yang mendorong kerusakan di muka bumi ini. Eksploitasi alam berlebihan yang menyebabkan keindahan alam berangsur-angsur hilang.
     Keindahan berbanding lurus dengan kesejahteraan, kesenangan, dan kebahagiaan. Manusia membutuhkan semua hal tersebut untuk hidup. Jika keindahan sudah terenggut dari muka bumi ini, apakah manusia bisa menciptakannya? - Manusia bisa membuat keindahan sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya, tetapi apakah keindahan itu bisa diterima oleh alam? - Memang tidak ada keindahan yang seindah wujud aslinya yang diciptakan oleh Sang Pencipta.
     


Kamis, 22 Maret 2012

Tugas Ilmu Budaya Dasar (3)


Nama               :     Dana Kristiawan
NPM               :     11111703
Kelas               :     1KA27
Uraian              :     Tugas 3 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN CINTA KASIH

     Berbicara tentang arti kata cinta, seperti berbicara tentang teori relativitas. Cinta mempunyai arti yang bersifat relatif, tergantung siapa yang mengartikannya, pada usia berapa orang itu mengartikan cinta, dan pada situasi apakah cinta itu diartikan.
     Cinta, diartikan oleh orang indonesia kebanyakan, berarti rasa senang dan ketertarikan kita terhadap lawan jenis, berbeda dengan kata "sayang". Sayang bisa berarti rasa senang dan mengasihi kita kepada lawan jenis maupun sesama jenis. Namun dua kata tersebut dalam bahasa inggris bisa dikatakan dengan satu kata, yaitu "love".
     Berbeda artinya jika ditambahkan dengan kata "kasih" dibelakangnya. Cinta kasih bisa berarti rasa kepedulian yang besar, saling menghormati, dan keterikatan antar sesama makhluk hidup.
     Manusia sebagai makhluk hidup membutuhkan instrumen kehidupan yang disebut "cinta kasih" untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Cinta kasih datang dari dalam diri manusia, dia merupakan sifat alamiah dasar manusia yang sama tingkatannya dengan kebaikan yang ada dalam diri manusia.
     Dalam sejarahnya, tidak semua manusia terlihat memiliki cinta kasih dalam dirinya, apakah memang tidak semua manusia mendapatkannya?, atau cinta kasih bisa hilang begitu saja seiring dengan pertambahan umur dan perbuatan buruk selama hidupnya?

Kamis, 15 Maret 2012

Tugas Ilmu Budaya Dasar (2)



Nama               :     Dana Kristiawan
NPM               :     11111703
Kelas               :     1KA27
Uraian              :     Tugas 2 Ilmu Budaya Dasar

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

     Ilmu Budaya Dasar berarti ilmu yang mempelajari perilaku baik yang berasal dari kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa di setiap jamannya, di setiap peradaban manusia di muka bumi ini, manusia mengalami waktu dimana perilaku buruk terjadi di masyarakat, kita ingat dengan zaman jahiliyah di dunia arab dan zaman renaissance di eropa. Kedua bangsa yang notabene lebih maju daripada kita itu sudah pernah mengalaminya, kita?
     Yang pasti kita tidak harus mengalami kegelapan sebelum menemukan terang, tidak harus sejarah kita mencatatkan hal yang sama dengan apa yang dialami oleh bangsa lain. Ilmu Budaya Dasar yang kita pelajari seharusnya sudah ada tatanannya di Indonesia, tetapi seperti kita lupakan setelah mengalami masa penjajahan oleh bangsa lain selama bertahun-tahun.
     Suatu bangsa yang memiliki budaya yang baik, biasanya memiliki pula bahasa yang baik. Semakin tinggi tingkat bahasa yang dikuasai atau bisa dikatakan semakin tinggi tingkat kesusastraannya, semakin maju pula tingkat peradabannya, dan bangsa dengan tingkat peradaban yang tinggi, kebudayaan yang dibentuk akan sangat maju mengalahkan kebudayaan bangsa lain.
     Mungkin itulah kekurangan kita, negara tetangga kita bisa konsisten mengembangkan bahasanya setelah mengalami penjajahan, tetapi kita belum...

Kamis, 08 Maret 2012

Tugas Ilmu Budaya Dasar (1)


Nama               :     Dana Kristiawan
NPM               :     11111703
Kelas               :     1KA27
Uraian             :     Tugas 1 Ilmu Budaya Dasar

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

     Manusia yang dalam bahasa jawa disebut "manungso" merupakan singkatan dari kalimat "manunggal ing roso" yang memiliki arti tempat segala rasa dan perasaan. Di dalam bahasa jawa dikatakan "manungso" karena kita memiliki sifat "ngongso" yang berarti selalu berusaha dan tidak pernah puas akan semua yang kita dapatkan. Manusia dari sisi ilmu pengetahuan disebut "Homo Sapiens" yang berarti makhluk yang cerdas dan memilik akal. Dengan semua interpretasi diatas, dapat dikatakan bahwa manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang diberikan akal dan fikiran serta rasa dan perasaan untuk hidup dan mencipta, serta berusaha dan berkelompok demi mempertahankan keberadaannya.
     Kebudayaan berasal dari kata budaya yang dalam bahasa jawa disebut "buddayah" yang berarti budi atau perbuatan baik. Kebudayaan merupakan cara hidup dan kebiasaan dari sekelompok manusia yang hidup bersama-sama yang diwariskan secara turun temurun. Kebudayaan  tidak bisa dirubah atau dihilangkan, kebudayaan hanya bisa dipengaruhi dengan adanya kontak dengan kebudayaan asing. Kebudayaan bersifat abstrak, tetapi suatu kebudayaan dapat menghasilkan sebuah karya nyata seperti yang terlihat di mesir dengan piramidanya, di jawa tengah dengan candi borobudur dan prambanan, di cina dengan tembok besarnya.
     Manusia dan kebudayaan pada era masa kini perkembangannya banyak dipengaruhi oleh kecanggihan informasi dan teknologi. Dengan berkembang pesatnya teknologi, seakan batas-batas kebudayaan mulai dapat ditembus hanya dengan misalnya facebook atau twitter. Jangan-jangan di era selanjutnya muncul suatu kebudayaan baru yang anggotanya adalah manusia-manusia dari berbagai belahan dunia, dengan bahasa yang berbeda-beda pula, tetapi mereka sejatinya terhubung antara satu sama lainnya dan jiwa mereka bersatu pada setiap menitnya dan setiap detiknya, sehingga dalam setiap perbuatannya mereka pasti berkata....salam satu jiwa!.

Jumat, 13 Januari 2012

Tugas Ilmu Sosial Dasar (10)


Nama               :     Dana Kristiawan
NPM               :     11111703
Kelas               :     1KA27
Uraian             :     Tugas 10 Ilmu Sosial Dasar

MENYONGSONG 1 SEMESTER MENJADI MAHASISWA GUNADARMA 


Kampus D Universitas Gunadarma
             Seingatku, Universitas Gunadarma adalah pilihan kedua, pilihan pertama jatuh pada Binus University. Saat itu akupun lupa entah kenapa budget yang ada tidak mencukupi, jadi jatuhlah pilihanku pada Universitas Gunadarma.
              Mungkin juga karena takdir atau garis tangan, dibalik itu semua ternyata ada hikmah yang aku dapatkan. Kelonggaran waktu kuliah sangatlah bermanfaat, bagi seorang karyawan yang kadang dituntut untuk bekerja overtime diluar kota. "Nitip absen" adalah senjata andalan yang bisa kuterapkan, untuk itu peranan teman-teman sekelas sangat kuandalkan. Memang ada beberapa dosen yang lebih memilih memanggil satu persatu mahasiswanya daripada mengedarkan absensi - kalau untuk yang satu ini sudah pasti mati kutu - jadi aku berusaha mati-matian untuk hadir walaupun kadang telat.
Gedung E Universitas Gunadarma
Tidak mudah menjalani kuliah di malam hari, ngantuk, capek, dan lelah adalah tantangan yang setiap hari harus kuhadapi. "Man jadda wajada" adalah semangatku, Sesampainya di kelas, aku harus berusaha untuk mengerti materi yang disampaikan  oleh dosen, untuk mata kuliah yang ringan gak jadi persoalan, tetapi untuk mata kuliah yang berat memeras otak, seperti matematika dan fisika kimia, itu sangatlah berat.
        Semoga dengan usaha yang tidak kenal lelah bisa aku dapatkan balasannya, secercah harapan ada di dunia pendidikan. Dahulu kala, Kartini mengangkat derajat kaum wanita dengan cara mengajarkan pendidikan kepada mereka..
                  
                 
                  









Kamis, 24 November 2011

Tugas Ilmu Sosial Dasar (9)


Nama               :     Dana Kristiawan
NPM               :     11111703
Kelas               :     1KA27
Uraian             :     Tugas 9 Ilmu Sosial Dasar

"ANCOL" DI TEPI SUNGAI BATANGHARI JAMBI 

Sepanjang jalan ditepi Sungai Batanghari
Sungai Batanghari adalah sungai yang hulunya ada di Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Solok Selatan tetapi muaranya ada di Jambi. Nah karena yang terkenal justru yang ada di jambi dan kebetulan saya pernah kesana, maka saya akan membahas seputaran sungai batanghari yang ada di jambi.
Kawasan "ancol" mulai diperkenalkan oleh teman saya yang memang sudah lama tinggal di jambi dan sekaligus beristrikan warga setempat. Mula-mula saya datang ke kota jambi pada permulaan tahun 2005, pada waktu itu masih berumur 21 tahun, di kota inilah pertama kali saya menginjakkan kaki di pulau sumatera, karena sebelumnya saya hanya berpindah-pindah kantor diseputar pulau jawa.
Kesan pertama yang saya dapatkan di kota ini adalah "sepi", karena asal anda tahu di jam 8 malam angkot udah ga ada, jadi kendaraan favorit untuk jalan dimalam hari adalah motor, karena untuk jalanan yang agak sempit, motor bisa leluasa parkir atau putar balik bila perlu.
Awal kepindahan saya di kota jambi terasa sangat berat, karena keramaian kota yang selama ini saya rasakan di Kota Surabaya tidak saya dapatkan di kota ini.
Lewat seminggu saya habiskan waktu saya hanya untuk mencari tempat makanan yang cocok dengan perut saya, harap maklum, rasa kuliner masakan sumatera masing asing di lidah saya yang orang jawa, nasi padang yang tersebar disepanjang jalan belum bisa 100% saya nikmati karena walaupun saya sering makan nasi padang di surabaya tetapi kali ini di jambi rasanya beda.
Mall jadi tujuan utama saya jalan menghabiskan waktu setelah bekerja, disamping makanan yang ada didalamnya berasa nasional, di tempat itulah saya bisa sedikit merasakan keramaian kota.
Ibu-ibu jualan jagung bakar
Setelah berlangsung selama sebulan aktifitas saya mulai terasa membosankan sampai saya mendenger lokasi baru yang diperkenalkan oleh teman saya- "Ancol". Mulailah kami atur jadwal yang pas untuk sekedar jalan-jalan memenuhi rasa penasaran. Walaupun tidak sebesar dan sekomplit ancol yang ada dijakarta, suasana terbuka dan masih alamilah yang membuat saya tertarik.
Kesederhanaan orang-orang yang ada disitu menyuguhkan pemandangan yang fresh bagi saya yang biasa berada di perkotaan.
Makanan yang mengesankan adalah 'jagung bakar'. Ternyata pas juga dinikmatin sambil ngobrol ditepi sungai batanghari dengan ditemani segelas es tebu. Anak-anak muda jambi biasanya melewatkan waktu di pingggiran sungai tersebut paling ramai di malam minggu, rupanya lokasi itu merupakan lokasi favorit untuk pacaran, disamping banyak juga anak-anak muda berkumpul dengan geng-geng sekolahnya. 
Harga murah adalah satu lagi daya tarik bagi masyarakat menengah kebawah dan juga kalangan pelajar dan mahasiswa yang berniat menghabiskan waktu di tempat tersebut. Tidak seperti ancol yang ada dijakarta, ancol yang satu ini sudah cukup membuat suasana hati dan pikiran kembali fresh di esok hari tanpa menyebabkan kantong bolong...
Sayang, kesan indah di tempat tersebut tidak berlangsung lama, karena saya harus melanjutkan perjalanan untuk memulai tugas baru dikantor baru, tetapi tidak akan terlupakan sepanjang waktu....

Tugas Ilmu Sosial Dasar (8)

Nama               :     Dana Kristiawan
NPM               :     11111703
Kelas               :     1KA27
Uraian             :     Tugas 8 Ilmu Sosial Dasar

GEMPA SUMATERA BARAT

Pada sekitar awal tahun 2009 saya ditugaskan di Kota Pekanbaru. Kantor baru saya mempunyai wilayah kerja meliputi Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. Pada waktu itu kantor saya sedang mengerjakan pekerjaan besar yaitu Inventarisasi dan Penilaian Barang Milik Negara yang kebetulan saya kebagian supervisi untuk daerah Sumatera Barat.
Praktis selama 9 bulan bekerja saya bolak-balik Pekanbaru-Riau yang berjarak lebih dari 200 km. Berangkat dari pekanbaru jam 7 malam, sampai di padang biasanya subuh dini hari sekitar jam 3 malam.
Foto Hotel Ambacang Sebelum Gempa
Sesampainya di kota padang biasanya saya langsung cek in di salah satu hotel berbintang yang sudah disediakan oleh kantor, biasanya saya menginap di hotel Ambacang di Jalan Bundo Kanduang kalo ga salah ingat.
Hotel tersebut merupakan hotel yang kelihatannya kecil dari luar karena berada disudut jalan. Jadi hotel tersebut berada di dua sisi jalan. Tetapi begitu masuk, baru kita sadari bahwa hotel tersebut cukup luas, karena didalamnya terdapat kolam renang dan berbagai ruang meeting beserta fasilitas kerjanya.

Awal september frekuensi pekerjaan saya di Kota Padang sudah mulai berkurang. Pada waktu itu saya lebih banyak menghabiskan waktu di Kota Pekanbaru karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan saya melakukan finalisasi pekerjaan yang saya lakukan di Kota Padang.
Pada tanggal hari Rabu tanggal 30 September 2009, sekitar pukul 17.27 WIB terjadi gempa di Kota Pekanbaru yang kemudian saya tahu dari Metro TV bahwa pusat gempanya berada di dekat Kota Padang.
Foto Hotel Ambacang Setelah Gempa
Besoknya, saya beserta teman-teman kantor memutuskan untuk pergi ke Kota Padang, untuk memastikan keadaan teman-teman yang sedang berada di sana, sekedar untuk diketahui bahwa di Kota Padang juga ada kantor perwakilan kami.
Waktu itu jalur darat yang menghubungkan Pekanbaru-Padang macet total. Kemacetan terjadi di daerah Padang Panjang, karena didaerah itu terdapat longsor, sehingga badan jalan sebagian tertutup tanah dan batu.

Alhamdulillah akhirnya jam 5 sore rombongan mobil kami tiba di Kota Padang, dan teman-teman yang bertugas di kantor padang semuanya selamat. Kami juga sempat berkeliling dan menemukan kondisi yang mengenaskan, Hotel Ambacang yang biasa kami tempati sudah hancur tak berbentuk. Saya bersyukur pada waktu itu tidak sedang menginap di hotel tersebut, apa jadinya seandainya saya berada disitu...?